Rabu, 07 Maret 2012

Estimasi Budget Kas


PT Kelapa Gading ingin menyusun budget kas-nya bagi kuartal ke-2 tahun 2006 dengan bahan informasi sebagai berikut: 

Bulan 
Penjualan 
Penjualan Tunai 
Maret 
400.000 
100.000 
April 
500.000 
125.000 
Mei 
700.000 
175.000 
Juni 
600.000 
150.000 
Juli 
500.000 
125.000

Kebijakan penjualan oleh perusahaan atas penjualan kreditnya 20% dibayar pada bulan terjadinya transaksi penjualan, sedangkan sisanya 80% dibayar pada bulan berikutnya. Perusahaan tersebut menetapkan saldo kas minimum Rp 100.000. Selanjutnya dalam pembelian barang dagangan didasarkan atas kebijakan di mana 70% dibayar 1 bulan sebelumnya; di mana 70% tadi pada dasarnya merupakan harga pembelian yang sebenarnya jikalau diperhitungkan dengan harga sebenarnya. Kemudian beban gaji yang harus diperhitungkan setiap bulannya sebesar 9% dari harga penjualannya; dan kewajiban pembayaran sewa per bulan adalah Rp 20.000. Biaya operasi April Rp 50.000; Mei Rp 60.000; dan bulan Juni Rp 20.000. Pajak pada bulan Mei harus dibayar Rp 40.000, serta pembayaran dividen pada bulan Mei sebesar Rp 40.000. Diperkirakan saldo kas awal bulan April sebesar Rp 125.000. Susunlah budget kas PT Kelapa Gading jikalau perusahaan mencari pinjaman harus diperhitungkan dengan tingkat bunga 2% perbulan. Jikalau terjadi transaksi finansial pinjaman, nilainya dibulatkan dalam kelipatan Rp 5.000. 

Tahap I – Estimasi penerimaan dan pengeluaran menurut rencana operasi perusahaan.
Tahap II – Perhitungan pinjaman dan pengembalian
Perhitungan saldo awal bulan Maret
Saldo kas awal bulan April = Saldo kas akhir bulan Maret = Rp 125.000 = SA0
Saldo kas awal bulan Maret = SM0
SA0 = SM0 + Penerimaan bulan Maret – Pengeluaran bulan Maret
125.000    = SM0 + 160.000 – 406.000
125.000    = SM0 – 246.000
SM0    = 125.000 + 246.000
SM0    = 371.000 (Saldo kas awal bulan Maret)

Perhitungan besarnya pinjaman pada bulan April
Defisit bulan April sebesar Rp 165.000, persediaan besi kas Rp 100.000, sedangkan saldo kas awal bulan April sebesar Rp 125.000. Besarnya pinjaman pada bulan April adalah sebesar X dengan perhitungan sebagai berikut:
X        = Defisit + Besi Kas – Saldo Awal + (i.X)
X         = 165.000 + 100.000 – 125.000 + 2%.X
X         = 140.000 + 0.02X
X – 0.02X     = 221.000
0,98X        = 221.000
X        = 221.000/0,98
X        = 142.857,14 dibulatkan ke atas menjadi Rp 145.000
Kalau meminjam sebesar Rp 145.000 maka pada akhir April saldo kas adalah lebih dari saldo minimum (besi kas)
Adapun perhitungannya sebagai berikut:
Saldo kas pada permulaan April        : Rp 125.000
Terima pinjaman dari bank        : Rp 145.000
Jumlah kas tersedia pada bulan April    : Rp 270.000
Untuk menutup defisit             : Rp 165.000
Bunga pinjaman 2% x 145.000        : Rp 2.900
Jumlah                    : Rp 167.900
Saldo kas pada akhir bulan        : Rp 102.100 

Perhitungan besarnya pinjaman pada bulan Mei
Defisit bulan Mei sebesar Rp 63.000, persediaan besi kas Rp 100.000, sedangkan saldo kas awal bulan Mei sebesar Rp 102.100. Besarnya pinjaman pada bulan Mei adalah sebesar X dengan bunga total pinjaman sebesar 2%.X ditambah 2% dari pinjaman bunga lalu, perhitungan besarnya pinjaman X adalah sebagai berikut:
X        = Defisit + Besi Kas – Saldo Awal + (i.X) + (i.XT-1)
X         = 63.000 + 100.000 – 102.100 + 2%.X + 2%.145.000
X         = 60.900 + 0.02X + 2.900
X – 0.02X     = 63.800
0,98X        = 63.800
X        = 63.800/0,98
X        = 65.102 dibulatkan ke atas menjadi Rp 70.000
Kalau meminjam sebesar Rp 70.000 maka pada akhir Mei saldo kas adalah lebih dari saldo minimum (besi kas)
Adapun perhitungannya sebagai berikut:
Saldo kas pada permulaan Mei        : Rp 102.100
Terima pinjaman dari bank        : Rp 70.000
Jumlah kas tersedia pada bulan Mei    : Rp 172.100
Untuk menutup defisit             : Rp 63.000
Bunga pinjaman 2% x 145.000        : Rp 2.900
Bunga pinjaman 2% x 70.000        : Rp 1.400
Jumlah                    : Rp 67.300
Saldo kas pada akhir bulan        : Rp 104.800

Perhitungan Pembayaran kredit pada bulan Juni
Total pinjaman bulan sebelumnya (X)    = 145.000 + 70.000
                    = 215.000
Surplus bulan Juni Rp. 216.000, saldo minimum Rp 100.000, sedangkan saldo awal bulan Juni sebesar Rp 104.800, sehingga jumlah pinjaman yang dapat dikembalikan pada bulan Juni adalah sebesar Y.
Saldo akhir bulan Juni = Saldo awal + Surplus – Y – 2%.(X – Y)
100.000     = 104.800 + 216.000 – Y – 2%.(215.000 – Y)
100.000     = 320.800 – Y – 2%.215.000 + 2%.Y
        = 320.800 – 4.300 – 0,98.Y
0,98.Y        = 316.500 – 100.000
Y        = 216.500/0,98
Y        = 220.918.37 lebih besar dari pinjaman
Karena pinjaman dapat dikembalikan semua maka akan dikembalikan sebesar Rp 215.000
Kalau mengembalikan sebesar Rp 215.000 maka pada akhir Juni saldo kas masih lebih dari saldo minimum (besi kas)
Adapun perhitungannya sebagai berikut:
Saldo kas pada permulaan Juni        : Rp 104.800
Surplus                    : Rp 216.000
Jumlah kas tersedia pada bulan Juni    : Rp 320.800
Untuk membayar kredit         : Rp 215.000
Jumlah                    : Rp 215.000
Saldo kas pada akhir bulan        : Rp 105.800

Tahap III – Skedul penerimaan dan pembayaran pinjaman dan bunga
Tahap IV – Penyusunan budget kas final
Sebagai tahap terakhir dalam penyusunan budget kas tersebut adalah penyusunan budget kas final yang merupakan gabungan dari transaksi operasional dan transaksi finansial yang menggambarkan estimasi penerimaan dan pengeluaran kas keseluruhan.
Budget kas untuk kuartal kedua PT Kelapa Gading adalah: 


http://yohanli.wordpress.com/2009/03/20/menyusun-budget-kas/

Analisa sumber dan penggunaan Kas

      Laporan perubahan kas (cash flow statement) atau laporan sumber dan penggunaan kas disusun untuk menunjukan perubahan kas selama satu periode dan memberikan alasan mengenai perubahan tersebut dengan menun  jukan darimana sumber-sumber kas dan penggunaan-penggunaanya.
      Laporan sumber dan penggunaan kas menggambarkan atau menunjukan aliran atau gerakan kas yaitu sumber-sumber penerimaan   dan penggunaan kas dalam periode yang bersangkutan.
      Laporan sumber dan penggunaan kas akan dapat digunakan sebagai dasar dalam menaksir kebutuhan kas dimasa mendatang dan kemungkinan sumber-sumber yang ada.

Sumber Penerimaan Kas :
      Kas merupakan aktiva yang paling likwid atau merupakan salah satu unsur modal kerja yang paling tinggi likwiditasnya.
      Oleh karena itu kas harus direncanakan dan diawasi dengan baik. Baik penerimaan maupun penggunaannya.
      Sumber penerimaan kas suatu perusahaan :

  1. Hasil penjualan investasi jangka panjang
  2. Penjualan, emisis saham atau adanya tambahan modal dari pemilik dalam bentuk kas.
  3. Pengeluaran surat tanda bukti hutang (wesel, obligasi)
  4. Bertambahanya Hutang (kewajiban ) baik jangka pendek maupun panjang.
  5. Adanya penurunan atau berkurangnya aktiva lancar selain kas yang diimbangi dengan adanya penerimaan kas.
  6. Adanya penerimaan kas karena sewa , bunga atau devuden dari investasinya, sumbangan, hadiah dan restitusi pajak.
Sedangkan penggunaan atau pengeluaran kas dapat disebabkan karena adanya transaksi-transaksi sebagai berikut

Penggunaan kas
  1. Pembelian saham atau obligasi sebagai investasi jangka pendek maupun jangka panjang.
  2. Penarikan kembali saham yang beredar maupun pengambilan (prive)  oleh pemilik.
  3. Pelunasan atau pembayaran angsuran hutang
  4. Pembelian barang dagangan secara tunai.
  5. Pembayaran biaya operasi perusahaan.
  6. Pengeluaran kas untuk pembayaran deviden, pajak, denda dsb.
Transaksi yang tidak mempengaruhi kas
  1. Adanya pengakuan atau pembebanan depresiasi, amortisasi, dan deplesi terhadap aktiva tetap, intangible asset dan dan wasting asset. Biaya depresiasi ini merupakan biaya yang tidak memerlukan pengeluaran kas.
  2. Pengakuan adanya kerugian piutang baik dengan membentuk cadangan kerugian piutang maupun tidak dan penghapusan piutang karena piutang yang bersangkutan tidak dapat ditagih.
  3. Adanya penghapusan atau pengurangan nilai buku dari aktiva yang dimiliki  karena aktiva ybs telah habis disusutkan atau sudah tidak dapat dipakai lagi.
  4. Adanya pembayaran stock deviden, adanya penyisihan atau pembatasan pengguanaan laba dan adanya penilaian kembali (revaluasi) terhadap aktiva tetap yang dimiliki oleh perusahaan.        
http://www.google.co.id/search?q=analisa+sumber+dan+penggunaan+kas&ie=utf-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a  

Rabu, 14 Desember 2011

malaikat - malaikat kecil

Dear GOD “ makasiiii telah mengirimkan malaikat-malaikat kecil yang selalu buat saya tersenyum dan kuat menghadapi apapun .
Pagi hari
Ini pagi loh baru aja gue kebangun dari mimpi tidur panjang gue! Aihhh boong  gue , mata gue masih sepet baru tidur beberapa jam doang dan harus kebangun karna denger suara kaya orang khajatan! Ohhh Tuhan “amel adik gue loh biang keroknya, dia yang secara gag langsung maksa gue buat bangun karna pagi-pagi udah nyetel lagu-lagu kesukaannya dengan volume full ! ya Tuhan masih pagi loh ini mel *sambil garuk-garuk pala* 

Tapi gue gag akan pernah bisa marah sama anak kecil apa lagi sama adik gue sendiri karna walaupun gue cuek banget tapi gue sayang banget sama adik-adik gue,  bagi gue mereka segalanya tanpa mereka mungkin hidup gue datar banget!

 Okee lanjutin lagi cerita tadi !
Dengan amat sangat terpaksa gue bangun juga nyerah deh dari pada kuping gue meledak dengernya , gue bangun berusaha menuju atas rumah gue, dalam hati: “ ke kamar mama gue lanjut tidur” berharap menemui ketenangan disana , ohhh tidak ternyata gue salah sampe kamar mama gue malah nemuin adik gue yang bontot “audina” yang biasa gue panggil ena, oohh GOD  dia lagi ngambek nangis ngerengek gag mau sekolah dengan alesan masih ngantuk dan males mandi (nurunin sifat gue banget) *uupppsssloohhh gue malah buka aib !

Ya Tuhan lengkap banget ya sarapan pagi gue *ngelus-ngelus dada*
Tapi walaupun begitu kalo gag ada adik gue berdua itu amel & ena suasana rumah gue jadi sepi banget kaya kuburan , dan kadang gue bingung mau ngapain :hahahaha *gag ada yang bisa gue isengin*, buat gue mereka berdua adalah malaikat-malaikat kecil yang Tuhan kirimin buat gue ! sayaaanggggg banget pokoknya sama itu bocah :D 
Thank’s  GOD 
 


Senin, 28 November 2011

life


Kehidupan,
Hidup terkadang hidup itu menyakitkan walau mungkin kadang juga banyak terdapat hal yang menyenangkan . Dalam hidup cuma ada dua pilihan YA atau TIDAK . kita enggak bisa memaksa seseorang berkata YA padahal dihati kecilnya TIDAK , begitu juga sebaliknya . Terkadang harus berpura-pura baik dalam menjalani kehidupan dan mencoba menjadi seseorang yang kuat padahal ia rapuh .
Kalau ada yang bilang hidup itu “Cuma panggung sandiwara”  menurut gue ada benarnya juga sih karena kadang demi kehidupan orang suka berpura-pura jadi apa yang bukan dia. Kadang dalam hidup apa yang kita mau susah banget buat dicapai, tapi kalo tanpa usaha dan kerja keras gimana mau bisa tercapai. Jadi inget kata temen gue : “Tuhan gag ngasih apa yang kita inginkan , tapi tuhan ngasih apa yang kita butuhkan”  .
Menurut gue Tuhan itu baik banget udah ngasih kesempatan buat gue untuk rasain apa yang dinamakan kehidupan. Walau terkadang hidup gag menyenangkan tapi gue tetep bersyukur karena kehidupan lah yang buat gue ada didunia ini. Dear GOD : “ makasii udah memberi aku kesempatan untuk hidup karena hidup aku tau apa itu sedih, senang, gembira , tawa , tangis , dan bahagia” .

_rizkiaaakiki_

Rabu, 16 November 2011

Gaji Papa Berapa?

Seperti biasa Doni, Kepala Cabang di salah satu Bank swasta di Jakarta , tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Kiran, putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya. Nampaknya Ia sudah menunggu cukup lama. “Kok, belum tidur ?” sapa Doni sambil mencium anaknya. Biasanya Kiran memang sudah lelap ketika Ia pulang dan baru terjaga ketika Ia akan berangkat ke kantor pagi hari.
Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Kiran menjawab, “Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa ?”.
“Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?”.
“Ah, enggak. Pengen tahu aja” ucap Kiran singkat.
“Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 Hari kerja. Sabtu dan minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo ?”. Kiran berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar sementara Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Doni beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Kiran berlari mengikutinya. “Kalo satu hari Papa dibayar Rp 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp 40.000,- dong” katanya.
“Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur” perintah Doni tetapi Kiran tidak beranjak. Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian, Kiran kembali bertanya, “Papa, aku boleh pinjam uang Rp 5.000,- enggak ?”.
“Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini ? Papa capek. dan mau mandi dulu. Tidurlah”.
“Tapi Papa…”
Kesabaran Doni pun habis. “Papa bilang tidur !” hardiknya mengejutkan Kiran. Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya. Usai mandi, Doni nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Kiran di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Kiran didapati sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp 15.000,- di tangannya.
Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Doni berkata, “Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Kiran. Tapi buat apa sih minta uang malam-malam begini ? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa. Jangankan Rp 5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih” tanya Doni. “Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini”.
“lya, iya, tapi buat apa ?” tanya Doni lembut.
“Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga puluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga. Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya Ada Rp15.000,- tapi karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp 40.000,-maka setengah jam aku harus ganti Rp 20.000,-. Tapi duit tabunganku kurang Rp 5.000, makanya aku mau pinjam dari Papa” kata Kiran polos.
Donipun terdiam. Ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru. Dia baru menyadari, ternyata limpahan harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk “membeli” kebahagiaan anaknya.

Diri sendiri

“Ketika aku muda, aku ingin mengubah seluruh dunia. Lalu aku sadari, betapa sulit mengubah seluruh dunia ini, lalu aku putuskan untuk mengubah negaraku saja. Ketika aku sadari bahwa aku tidak bisa mengubah negaraku, aku mulai berusaha mengubah kotaku. Ketika aku semakin tua, aku sadari tidak mudah mengubah kotaku. Maka aku mulai mengubah keluargaku. Kini aku semakin renta, aku pun tak bisa mengubah keluargaku. Aku sadari bahwa satu-satunya yang bisa aku ubah adalah diriku sendiri.
Tiba-tiba aku tersadarkan bahwa bila saja aku bisa mengubah diriku sejak dahulu, aku pasti bisa mengubah keluargaku dan kotaku. Pada akhirnya aku akan mengubah negaraku dan aku pun bisa mengubah seluruh dunia ini.”
Tidak ada yang bisa kita ubah sebelum kita mengubah diri sendiri. Tak bisa kita mengubah diri sendiri sebelum mengenal diri sendiri. Takkan kenal pada diri sendiri sebelum mampu menerima diri ini apa adanya.