Rabu, 07 Maret 2012

Flowchart budget kas dan pengeluaran kas perusahaan manufacture


Siklus produksi berkaitan dengan proses pengubahan bahan baku menjadi produk jadi. Aktivitas produksi bermula dengan permintaan bahan baku dan bahan-bahan lainnya untuk diproses dalam pabrik dan diakhiri dengan penyerahan produk ke gudang. Dalam siklus ini terjadi interaksi antara jasa-jasa tenaga kerja, peralatan produksi, bahan baku dan pembantu yang akan diolah menjadi produk baru yang mempunyai nilai guna lebih tinggi.
Komponen persediaan terdiri dari : persediaan bahan baku, persediaan bahan setengah jadi (persediaan prosuk dalam proses), persediaan produk jadi dan persediaan supples. Keempat kategori persediaan tersebut terbentuk dalam perusahaan manufaktur. Komposisi dalam perusahaan dagang ataupun perusahaan jasa akan berbeda dengan perusahaan manufacturing. Apapun bentuk perusahaan klien prosedur dan teknik yang digunkan dalam pemeriksaan pada dasarnya akan sama. Masalahnya dalam perusahaan manufacturing pemeriksaan produk  dalam proses munkin lebih rumit. Hal ini mengingatkan untuk mengetahui berapa komposisi penyelesaian suatu produk diperlukan justifikasi dari para ahli untuk menentukan berapa besarnya tingkat penyelesaian suatu produk.
Pencataan transaksi akutansi biaya bermula dari penyerahan bahan baku dan pembantu diakhiri dengan penyerahan produk yang diselesaikan digudang. Hal ini berbeda dengan pendekataan dalam pengauditan, yang membagi aktivitas audit dalam beberapa siklus audit.  Transaksi pencatatan pembelian bahan diaudit melalui siklus pembelian; transaksi yang mempengaruhi tenaga kerja langsung dan overhead pabrik diaudit melalui siklus jasa-jasa tenaga kerja; transaksi yang mempengaruhi pencatatan produk dalam proses, pesediaan produk jadi dan produk dalam proses diaudit melalui siklus produksi; dan transaksi yang membentuk kos produk terjual dan piutang dagang diaudit melalui siklus pendapatan. 

FUNGSI-FUNGSI YANG TERKAIT
1.    Perencanaan dan Pengendalian Produksi, fungsi ini bertanggung jawab untuk menyusun rencana produksi dan pengendaliannya. Semua perintah produksi yang dikeluarkannya mengunakan formulir bernomor urut bercetak didasarkan pada pesanan dari para pelanggan. Perintah produksi dilengkapi produk lainya. Apabila produk ini di dasarkan kepada pelanggan. Dalam hal ini, bagian PPC bertanggung jawab pula terhadap penggunaan bahan dan waktu kerja, dan melakukan penelusuran kemajuan penyelesaian pesanan sampai produk yang dipesan benar-benar selesai.
2.    Pengeluaran bahan baku, fungsi ni melaksanakan pengeluaran bahan berdasarkan dokumen yang dibuat bagian PPC yang disebut material requisition slips. Dalam slip ini dijelaskan mengenai jenis barang yang dibutuhkan, berapa banyak barang yang dibutuhkan, untuk pesanan nomer berapa, dan untuk departeman mana barang-barang tersebut digunakan, serta siapa penanggung jawab terhadap pengguna bahan tersebut.
3.    Pemrosesan produk dalam departemen produksi, pemrosesan suatu produk ditangani oleh para pekerja dan dicatat dalam time tickets. Dokumen ini diperiksa oleh supervisor(mandor) dan harus dicocokan oleh data yang ada dalam kartu hadir untuki menegaskan kebenaran apayang dikerjakan oleh para pekerja pabrik. Apabila produk telah diselesaikan dan telah diperiksan oleh supervisor yang bertanggung jawab, maka produk tersebut segera dikirim ke departemen berikut dengan tanda penerimaannya.
4.    Penyerahan produk yang sudah diselesaikan ke gudang produk jadi, fungsi ini terkait dengan penyerahan produk selesai di gudang produk jadi. Semua penyerahan produk selesai ke gudang diakhiri dengan penerimaan produk tersebut dengan diserta tanda penerimaan dengan membubuhkan tanda tangan pejabat gudang pada moving tickets.
5.    Perlindungan terhadap persediaan produk yang sedang diproses, semua bahan-bahan yang berada di pabrik adalah bahan-bahan yang mudah dicuri dan rusak. Smua barang-barang tersebut harus diamankan dengan baik, yang oleh karenanya orang-orang yang berhubungan dengannya harus dibatasi. Perlindungan terhadap produk dalam proses dilengkapi dengan fasilitas untuk mengadakan pengawasan tempat produksi oleh para pengawas dan satuan pengamanan pabrik.
6.    Pembebanan dan pencatatan kos produk yang diselesaikan, fungsi ini berkaitan dengan aktivitas berikut:
o   Pembebanan bahan baku langsung dan buruh langsung kepada produk dalam proses
o   Penentuan biaya overhead pabrik kepada produk dalam proses
o   Penyerahan kos diantara departemen produksi
o   Penyerahan kos produk terselesaikan kepada produk selesai
7.    Pemeliharaan kebenaran saldo persediaan, fungsi ini berkaitan dengan aktivitas pengecekan oleh orang yang independen terhadap persediaan bahan, produk dalam proses dan produk jadi dengan buku besar yang berhubungan dengannya.

CONTOH FLOWCHART PERUSAHAAN DAGANG :

 



Estimasi Budget Kas


PT Kelapa Gading ingin menyusun budget kas-nya bagi kuartal ke-2 tahun 2006 dengan bahan informasi sebagai berikut: 

Bulan 
Penjualan 
Penjualan Tunai 
Maret 
400.000 
100.000 
April 
500.000 
125.000 
Mei 
700.000 
175.000 
Juni 
600.000 
150.000 
Juli 
500.000 
125.000

Kebijakan penjualan oleh perusahaan atas penjualan kreditnya 20% dibayar pada bulan terjadinya transaksi penjualan, sedangkan sisanya 80% dibayar pada bulan berikutnya. Perusahaan tersebut menetapkan saldo kas minimum Rp 100.000. Selanjutnya dalam pembelian barang dagangan didasarkan atas kebijakan di mana 70% dibayar 1 bulan sebelumnya; di mana 70% tadi pada dasarnya merupakan harga pembelian yang sebenarnya jikalau diperhitungkan dengan harga sebenarnya. Kemudian beban gaji yang harus diperhitungkan setiap bulannya sebesar 9% dari harga penjualannya; dan kewajiban pembayaran sewa per bulan adalah Rp 20.000. Biaya operasi April Rp 50.000; Mei Rp 60.000; dan bulan Juni Rp 20.000. Pajak pada bulan Mei harus dibayar Rp 40.000, serta pembayaran dividen pada bulan Mei sebesar Rp 40.000. Diperkirakan saldo kas awal bulan April sebesar Rp 125.000. Susunlah budget kas PT Kelapa Gading jikalau perusahaan mencari pinjaman harus diperhitungkan dengan tingkat bunga 2% perbulan. Jikalau terjadi transaksi finansial pinjaman, nilainya dibulatkan dalam kelipatan Rp 5.000. 

Tahap I – Estimasi penerimaan dan pengeluaran menurut rencana operasi perusahaan.
Tahap II – Perhitungan pinjaman dan pengembalian
Perhitungan saldo awal bulan Maret
Saldo kas awal bulan April = Saldo kas akhir bulan Maret = Rp 125.000 = SA0
Saldo kas awal bulan Maret = SM0
SA0 = SM0 + Penerimaan bulan Maret – Pengeluaran bulan Maret
125.000    = SM0 + 160.000 – 406.000
125.000    = SM0 – 246.000
SM0    = 125.000 + 246.000
SM0    = 371.000 (Saldo kas awal bulan Maret)

Perhitungan besarnya pinjaman pada bulan April
Defisit bulan April sebesar Rp 165.000, persediaan besi kas Rp 100.000, sedangkan saldo kas awal bulan April sebesar Rp 125.000. Besarnya pinjaman pada bulan April adalah sebesar X dengan perhitungan sebagai berikut:
X        = Defisit + Besi Kas – Saldo Awal + (i.X)
X         = 165.000 + 100.000 – 125.000 + 2%.X
X         = 140.000 + 0.02X
X – 0.02X     = 221.000
0,98X        = 221.000
X        = 221.000/0,98
X        = 142.857,14 dibulatkan ke atas menjadi Rp 145.000
Kalau meminjam sebesar Rp 145.000 maka pada akhir April saldo kas adalah lebih dari saldo minimum (besi kas)
Adapun perhitungannya sebagai berikut:
Saldo kas pada permulaan April        : Rp 125.000
Terima pinjaman dari bank        : Rp 145.000
Jumlah kas tersedia pada bulan April    : Rp 270.000
Untuk menutup defisit             : Rp 165.000
Bunga pinjaman 2% x 145.000        : Rp 2.900
Jumlah                    : Rp 167.900
Saldo kas pada akhir bulan        : Rp 102.100 

Perhitungan besarnya pinjaman pada bulan Mei
Defisit bulan Mei sebesar Rp 63.000, persediaan besi kas Rp 100.000, sedangkan saldo kas awal bulan Mei sebesar Rp 102.100. Besarnya pinjaman pada bulan Mei adalah sebesar X dengan bunga total pinjaman sebesar 2%.X ditambah 2% dari pinjaman bunga lalu, perhitungan besarnya pinjaman X adalah sebagai berikut:
X        = Defisit + Besi Kas – Saldo Awal + (i.X) + (i.XT-1)
X         = 63.000 + 100.000 – 102.100 + 2%.X + 2%.145.000
X         = 60.900 + 0.02X + 2.900
X – 0.02X     = 63.800
0,98X        = 63.800
X        = 63.800/0,98
X        = 65.102 dibulatkan ke atas menjadi Rp 70.000
Kalau meminjam sebesar Rp 70.000 maka pada akhir Mei saldo kas adalah lebih dari saldo minimum (besi kas)
Adapun perhitungannya sebagai berikut:
Saldo kas pada permulaan Mei        : Rp 102.100
Terima pinjaman dari bank        : Rp 70.000
Jumlah kas tersedia pada bulan Mei    : Rp 172.100
Untuk menutup defisit             : Rp 63.000
Bunga pinjaman 2% x 145.000        : Rp 2.900
Bunga pinjaman 2% x 70.000        : Rp 1.400
Jumlah                    : Rp 67.300
Saldo kas pada akhir bulan        : Rp 104.800

Perhitungan Pembayaran kredit pada bulan Juni
Total pinjaman bulan sebelumnya (X)    = 145.000 + 70.000
                    = 215.000
Surplus bulan Juni Rp. 216.000, saldo minimum Rp 100.000, sedangkan saldo awal bulan Juni sebesar Rp 104.800, sehingga jumlah pinjaman yang dapat dikembalikan pada bulan Juni adalah sebesar Y.
Saldo akhir bulan Juni = Saldo awal + Surplus – Y – 2%.(X – Y)
100.000     = 104.800 + 216.000 – Y – 2%.(215.000 – Y)
100.000     = 320.800 – Y – 2%.215.000 + 2%.Y
        = 320.800 – 4.300 – 0,98.Y
0,98.Y        = 316.500 – 100.000
Y        = 216.500/0,98
Y        = 220.918.37 lebih besar dari pinjaman
Karena pinjaman dapat dikembalikan semua maka akan dikembalikan sebesar Rp 215.000
Kalau mengembalikan sebesar Rp 215.000 maka pada akhir Juni saldo kas masih lebih dari saldo minimum (besi kas)
Adapun perhitungannya sebagai berikut:
Saldo kas pada permulaan Juni        : Rp 104.800
Surplus                    : Rp 216.000
Jumlah kas tersedia pada bulan Juni    : Rp 320.800
Untuk membayar kredit         : Rp 215.000
Jumlah                    : Rp 215.000
Saldo kas pada akhir bulan        : Rp 105.800

Tahap III – Skedul penerimaan dan pembayaran pinjaman dan bunga
Tahap IV – Penyusunan budget kas final
Sebagai tahap terakhir dalam penyusunan budget kas tersebut adalah penyusunan budget kas final yang merupakan gabungan dari transaksi operasional dan transaksi finansial yang menggambarkan estimasi penerimaan dan pengeluaran kas keseluruhan.
Budget kas untuk kuartal kedua PT Kelapa Gading adalah: 


http://yohanli.wordpress.com/2009/03/20/menyusun-budget-kas/