Sabtu, 31 Maret 2012

BEP

Break  Even Point 

(BEP) merupakan salah satu analisis keuangan yang sangat penting dalam perencanaan keuangan perusahaan.Analisis titik impas sering disebut analisis perencanaan laba (profit planning). Analisis ini biasanya lebih sering digunakan apabila perusahaan ingin mengeluarkan suatu produk  baru.

Artinya dalam memproduksi produk baru tentu berkaitan dengan maslah biaya yangharus dikeluarkan, kemudian penentuan harga jual serta jumlah barang atau jasa yangakan diproduksi atau dijual kekonsumen. Analisis BEP digunakan untuk mengetahui pada titik berapa hasil penjualan samadengan jumlah biaya. Atau perusahaan beroperasi dalam kondisi tidak laba dan tidak rugi, atau laba sama dengan nol.

Melalui titik BEP, kita akan dapat mengetahui bagaimana hubungan antara biaya tetap, biaya variabel, keuntungan dan volume kegiatan(penjualan atau produksi). Oleh karena itu, analisis ini juga sering disebut dengan nama
cost profit volume analysis.

Analisis BEP juga memberikan pedoman tentang berapa jumlah produk minimal, yangharus diproduksi atau dijual. Tujuannya adalah agar perusahaan mampu memperolehkeuntungan yang maksimal. Artinya dengan memproduksi sejumlah barang dengankapasitas produksi yang dimilikinya, perusahaan akan tahu batas minimal yang harusdijual dan keuntungan maksimal yang diperoleh apabila diproduksi secara penuh.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa arti analisis BEP adalah suatu keadaan dimana perusahaan beroperasi dalam kondisi tidak memperoleh pendapatan (laba) dantidak pula menderita kerugian. Artinya dalam kondisi ini jumlah pendapatan yangditerima sama dengan jumlah biaya yang dikeluarkan. Lebih lanjut harus dijual agar kita memperoleh keuntungan, baik dalam volume penjualan dalam unit maupun rupiah.


Tujuan Analisis Titik Impas / BEP

Penggunaan analisis BEP memiliki beberapa tujuan yang ingin dicapai, yaitu :

Ø Mendesain spesifikasi produk 
Ø Menentukan harga jual persatuan
Ø Menentukan jumlah produksi atau penjualan minimal agar tidak    
mengalami kerugian.
Ø Memaksimalkan jumlah produksi
Ø Merencanakan laba yang diinginkan


Dalam menyusun perhitungan BEP, kita perlu menentukan dulu 3 elemen dari rumus BEP yaitu :
Ø  Fixed Cost (Biaya tetap) yaitu biaya yang dikeluarkan untuk menyewa tempat usaha, perabotan, komputer dll. Biaya ini adalah biaya yang tetap kita harus keluarkan walaupun kita hanya menjual 1 unit atau 2 unit, 5 unit, 100 unit atau tidak menjual sama sekali
Ø  Variable cost (biaya variable) yaitu biaya yang timbul dari setiap unit penjualan contohnya setiap 1 unit terjual, kita perlu membayar komisi salesman, biaya antar, biaya kantong plastic, biaya nota penjualan
Ø  Harga penjualan yaitu harga yang kita tentukan dijual kepada pembeli .


Contoh kasus BEP
Ø  Rumus BEP untuk menghitung berapa unit yang harus dijual agar terjadi Break Even Point :
                 Total Fixed Cost
__________________________________
Harga jual per unit dikurangi variable cost
Contoh :
Fixed Cost suatu toko lampu : Rp.800,000,-
Variable cost    Rp.10,000 / unit
Harga jual   Rp. 20,000 / unit
Maka BEP per unitnya adalah
Rp.400,000
__________  =  80 units
20,000 – 10,000
Artinya perusahaan perlu menjual 80 unit lampu agar terjadi break even point. Pada pejualan unit ke 81, maka took itu mulai memperoleh keuntungan

Ø  Rumus BEP untuk menghitung berapa uang penjualan yang perlu diterima agar terjadi BEP :
                   Total Fixed Cost
__________________________________   x  Harga jual / unit
Harga jual per unit dikurangi variable cost
Dengan menggunakan contoh soal sama seperti diatas maka uang penjualan yang harus diterima agar terjadi BEP adalah
Rp.800,000
__________  x Rp.20,000 = Rp.1,600,000,-
20,000 – 10,000

Jenis Biaya Berdasarkan Break Even (Titik Impas).
Biaya yang dikeluarkan perusahaan dapat dibedakan sebagai berikut:
Ø  Variabel Cost (biaya Variabel)
Variabel cost merupakan jenis biaya yang selalu berubah sesuai dengan perubahan volume penjualan, dimana perubahannya tercermin dalam biaya variabel total.
Ø  Fixed Cost (biaya tetap)
Fixed cost merupakan jenis biaya yang selalu tetap dan tidak terpengaruh oleh volume penjualan melainkan dihubungkan dengan waktu(function of time) sehingga jenis biaya ini akan konstan selama periode tertentu.
Ø   Semi Varibel Cost
Semi variabel cost merupakan jenis biaya yang sebagian variabel dan sebagian tetap, yang kadang-kadang disebut dengan semi fixed cost.Biaya yang tergolong jenis ini misalnya: Sales expense atau komisi bagi salesman dimana komisi bagi

Gambar / Kurva BEP

 









 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar